Lagi-lagi, berselancar di ranah maya di sela-sela deadline draft, saya nemu humor ini di kapanlagi.com. Langsung aja silahkan dibaca.
Archive for April, 2010
Pajak Dalam Humor
Balada Mahasiswa #7

DOSEN YANG “INNOCENT”
Pada kisah yang sebelumnya, Betty dibuat menunggu draft-nya dibaca oleh sang dosen pembimbing. Di kisah yang ini, akan diceritakan bagaimana sang dosennya itu adalah tipe orang yang kurang peka.
(Anggap saja) hari senin. Betty kebetulan bertemu dosennya di koridor lantai 2.
Tepat Waktu
Iseng berselancar di ranah maya saat kerjaan menumpuk, saya menemukan sebuah komik strip yang menceritakan tentang ketepatan waktu dari offthemarkcartoons.com dan cartoonstock.com. Cukup menarik saya rasa.
#1 
seandainya jam atom ini diproduksi secara massal….
Balada Mahasiswa #6

DOSEN YANG DAPAT DIANDALKAN
Betty yang berusaha ngejar wisuda 3 bulan lagi, mau menyerahkan draft TA-nya ke dosen pembimbing, sebut saha Pak Pri. Hari itu sang dosen lagi sibuk, jadi Betty hanya bertemu sebentar untuk menyerahkan draft tsb.
Betty: “Pak, ini draft-nya, mohon diperiksa ya Pak.”
Pak Pri: “Oke, kamu hubungi saya dua atau tiga hari lagi ya.”
Betty: “Iya Pak.” (“Sip, si Bapak bisa diandalkan nih…” kata Betty dalam hati)
Tiga hari kemudian, Betty menagih janji Pak Pri. Tampaknya beliau sedang sibuk.
Betty: “Pak, bagaimana dengan draft saya?”
Pak Pri: “Oh..? Draft? Eh…. Hmmmm… Maaf, belum saya baca. Maaf sekali ya. coba hari senin depan aja yah. Minggu ini saya masih sibuk.” <sembari keluar ruangan tergesa-gesa>
Sekedar mengingatkan Pak Pri, Betty meng-SMS dosennya di hari sabtu dan minggu. Dibalas oleh Pak Pri kira-kira begini: “maaf belum saya baca draft-nya, mohon beri saya waktu.”
Akhirnya, hari senin, Betty nagih lagi.
Betty: “Pak, draft saya sudah Bapak lihat?” <berharap Pak Pri ngebaca barang sehalaman aja>
Pak Pri: “…..draft? Oh punya kamu selama seminggu ini ada di kantor saya, nggak saya bawa kemana-mana… Jadi, belum saya periksa.”
Betty: “Oh… begitu… Jadi kapan Pak, bisa saya perbaiki? (“kirain Bapak udah bisa diandalkan”, berkata dalam hati)
Pak Pri: “Santai aja, toh ‘kan batas penyerahan draft untuk sidang masih lama. Jadi, beri saya waktu hari Jumat nanti ya.” <tertawa>
Betty: “…..Oke deh Pak, kalo begitu…” (berkata dalam hati, “Diulang lagi dah siklus draft-nya…“)
Wanita dan Sebuah Rok

Sebelum kejadian ini terjadi, saya pernah iseng bertanya ke dia, yang saya lihat lebih sering memakai rok (yang panjang tentunya, karena dia berjilbab) dari pada memakai celana panjang.
Sibuk Gila!!
Sebulan ini, bahkan mungkin sampai bulan depan, merupakan bulan yang sibuk buat saya. Bolak-balik saya ditanya dosen pembimbing saya, “Sudah sampai mana TA-nya?” Belum lagi draft buat seminar, dosen yang sama menagih, “Jangan lupa lho, kasih saya minggu depan draft-nya.” Apa daya, berkali-kali ditanya begitu, belum selesai juga. >.<’
Ketemu dosen lain di koridor, ditanya juga, “Kamu udah sampe mana TA-nya?”, “Kapan sidang?”, “Udah ngumpulin draft buat sidang?”, dan “Kapan kamu nikah?” (eh yang ini bohong lah
). Ketemu teman seangkatan pun gak ada yang diomongin selain “TA lo udah sampe mana?” dan “Kapan ya gue lulus…?”.
Dasar, kekanak-kanakan!

Lagi di perempatan jalan, lampu stopan. Naik motor bareng.
Saya: <ngebuka kaca helm> ”Bau kentut ya?”
Dia: <ngebuka kaca helm juga> ”…Mana? Nggak ada….”
Saya: “Mana? Bukan ‘mana’, tapi ‘bau apa’.. gitu…”
Dia: “….Terserah lah… yang pasti, ga ada bau apa-apa.”
Saya: “Bau kok….mungkin bau itu?” <menunjuk tumpukan sampah di pinggir jalan>
Dia: “….Aneh deh…. artinya…. bau sampah sama dengan…. bau kentut?”
Saya: “Bukan, bau kentut sama kayak bau sampah…” <ngakak>
*********
Pacaran, Mau?

Ada lagi cerita, tentang suatu kelucuan (bukan kekonyolan). Keesokan hari, habis kejadian di postingan yang ini, kami janjian lari bareng lagi. Jangan tanya rencana ke mana lagi habis lari, karena bener-bener kami janjian hanya untuk lari.
Habis lari, kami berdua duduk di tempat yang telah disediakan. Di mana aja lah, pokoknya bukan di running track-nya. Sambil duduk itu, kami melihat-lihat lalu lalang orang yang sedang berlari. Cukup banyak juga orang yang lari, padahal hari itu hari Jumat.
Balada Mahasiswa #5

Ireng yang sedang diburu deadline tugas kuliah dan penilaian kuliah (dia asisten dosen), sedang berada di laboratorium komputer jurusan. Kebetulan Ireng belum makan siang, dan waktu menunjukkan pukul 14.00. Maka, terpaksa dia makan di dalam laboratorium itu. Sedang asik-asiknya ngerjain, tiba-tiba…
???: “WHO TELL YOU YOU CAN EAT HERE!?” <dengan suara keras>
Ireng terlonjak. Ada suara keras dari belakang. Ternyata eh ternyata, ada dosen, dan dia adalah (sebut saja) Pak Ical.
Ireng: “Hah.. Eh.. itu… sori, Pak…”
Pak Ical: “NO ONE TELL YOU YOU CAN EAT HERE!”
Ireng: “Eh.. eh… iya Pak… Maap… “ <agak panik, melihat sekeliling, semua mata memandang dia>
Pak Ical: “IF YOU WANT TO EAT, GO OUTSIDE!” <masih dengan suara keras>
Ireng: “Anu… iya, Pak…” <nge-save, nyabut flashdisk, ngeloyor pergi>
FYI, Pak Ical ini terkenal dengan sifatnya yang tegas dan blak-blakan. Maklum, dari S1 sampai S3 dia lakoni di Amerika. Beliau termasuk ke dalam jajaran dosen yang jarang dipilih mahasiswa untuk dijadikan pembimbing Tugas Akhir.
*********
Kisah lainnya….
Ireng sedang berjalan menuju ruangan dosen pembimbingnya. Tak disangka tak dinyana, muncul Pak Ical dari lorong seberang. Percakapan pun tak terhindarkan.
Pak Ical: “Kamu sudah sampai mana TA-nya?”
Ireng: “Sudah sampai bab 2, Pak.:
Pak Ical: “Kamu sering bimbingan sama dosenmu?”
Ireng: “Setiap minggu, Pak. Ini saya mau ketemu Bu W*****. Ada apa, Pak?”
Pak Ical: “…….Kok anak bimbing saya sudah tiga bulan gak pernah menghadap saya, ya?”
Ireng: “……” <pasang muka simpatik>
Ireng: “Boro-boro, Pak… Mau ketemu Bapak aja harus puasa dulu… Harus semedi dulu ngelatih mental….” <tertawa dalam hati>
**********
Pak Ical ini memang unik. Untuk mencegah saling contek dalam ujian, beliau punya cara sendiri. “Daripada nyontek, kalian bikin resume satu lembar yang menurut kalian penting. Ingat, cuman satu lembar,” kata Pak Ical.
Namanya mahasiswa yang gak mau rugi, maka dibuatlah satu A4 penuh dengan ukuran font keciiiiiiiiiiil sekali. Kecilnya kebangetan, sampai rasanya semua bahan kuliah satu semester muat di situ.
Waktu ujian, Pak Ical memeriksa satu per satu anak-anak…
Pak Ical: “Loh, kamu kok diketik?”
Ireng: “….’Kan Bapak gak bilang ditulis tangan apa diketik…”
Pak Ical: “……Saya gak bilang ya?”
Ireng: “Iya, Pak….”
Pak Ical: “…….Ya sudah lah….” <frustasi melihat contekan tersebut>
————————————————————————————————————————————————————–
Sumber gambar: di sini.
Seluruh terbitan ini beserta gambar-gambarnya sangat dilindungi, jadi sertakan alamat tautan dan nama pemilik blog jika ingin menggunakan sebagian ataupun seluruh bagian terbitan ini.
Gelap Itu Nikmat…
Semoga tidak ada yang berpikiran aneh-aneh setelah membaca judul post di atas.
Mungkin hanya saya?
*kena timpuk*

Kesukaan saya pada keadaan gelap makin lama makin mengkhawatirkan. Bukan saya yang khawatir, tapi ibu saya. Berkali-kali ibu saya ngewanti-wanti awas mata rusak. Tapi anehnya (gak aneh lagi sih…) saya gak memedulikan itu. Mau siang mau malam, saya selalu berusaha mematikan lampu kamar. Kalo orang lain setiap masuk kamar (tidur) selalu berjalan menuju switch lampu, saya tidak. Saya dalam keadaan gelap-gelapan seperti itu langsung aja berganti baju, berlanjut ke meja komputer saya.






















Recent Comments