Saya menemukan sebuah spanduk pemberitahuan yang lucu. Lucu setidaknya buat saya, karena ada keanehan di sana.
Mana sih gambarnya? Ini dia! ![]()

Saya menemukan sebuah spanduk pemberitahuan yang lucu. Lucu setidaknya buat saya, karena ada keanehan di sana.
Mana sih gambarnya? Ini dia! ![]()

Akhirnya saya kesampaian juga beli french press.
Apa itu french press? Alat yang ini, lho.

Saya beli di ACE Hardware...
Jadi guna alat ini untuk menyaring ampas kopi, supaya kita bisa menikmati kopi hitam asli tanpa ampas. Cara begini lebih baik ketimbang minum kopi instan, karena kopi instan nggak mengandung nutrisi-nutrisi asli dari kopi.
Dengan alat yang bernama lain cafetiere dan coffee press ini, saya bisa menikmati kopi tubruk tanpa ampas. Gitu simpelnya. *bagi Mbak Ika, ampasnya bisa dia makan!*
Tentu, kopinya nggak sembarangan. Saya nggak mau pakai kopi abal-abal. Kopi berlambang sebuah kapal, kopi berlambang cangkir berisi kopi panas, dan kopi berlambang wajah singa, maap ya, kalian bukan selera saya.
Saya maunya kopi murni, tanpa campuran gilingan jagung. Oleh karena itu, saya pilih Kopi Aroma, saya beli langsung ke tokonya di Jl. Banceuy No. 51, Bandung. Maap saya hanya bisa ngefoto bungkus kopinya aja, karena waktu beli saya nggak bawa kamera.
Yap, hari minggu, 24 april, sehari setelah konser Justin Bieber yang tidak saya tonton, saya berkesempatan bertemu dengan empat narablog. Mereka adalah Putri “jasmineamira”, Bang Aswi, Kang Ade Truna, dan Teh Nchie “Mama Olive”.
Awalnya…
Saya dihubungi via facebook ama Putri, dia ngajak kopdaran bareng Bang Aswi. Kata Putri, dia bakal ada di Bandung mulai jumat (22/4) sampai minggu. Saya lihat jadwal saya yang memang kosong hanya untuk gaya, hari minggu cuman ada acara kumpul ama teman “lama” sekitar jam 1 siang. Oke, karena ketemuannya pagi jam setengah tujuh, kenapa nggak?
Rencana kami kumpul di Jl. Dago (tepat pas car free day), di persimpangan Jl. Cikapayang. Sebelum ke sana, saya lari pagi dulu sejak jam 6. Habis lari sekitar 30 menit (belum termasuk jalan pemanasan dan pendinginan), saya numpang bebersih badan di kosan teman, baru sekitar jam 7 lewat saya pergi ke tampat janjian. Well, saya sendiri malu karena terlambat, tapi mau gimana lagi, saya benar-benar ingin lari dulu pagi itu.
Ternyata, Bang Aswi juga bersepeda dulu. Jadi, setidaknya yang olahraga dulu bukan saya aja…
Saya persembahkan, sebuah warung makan yang mengiklankan dagangannya secara unik.

Bisa baca dengan lancar pada kesempatan pertama?
Sungguh, sifat dan watak seseorang bisa nggak berubah meskipun telah terpisah oleh waktu…



Waktu berlalu…
Hingga akhirnya dipertemukan kembali…
Bisa dibilang saya adalah penggemar Robert Downey Jr. Karena alasan simpel itulah, saya langsung cari dan unduh film keluaran tahun 2010 ini di thepiratebay.org. Nggak apa-apa lah, meskipun film ini cuman dapat nilai 6,7 di imdb.com. Setelah saya lihat trailer-nya, cukup menarik, kok.

Sedikit Pendahuluan…
Dari sampulnya, saya nggak tahu siapa itu Zach Galifianakis. Saya belum pernah sama sekali menonton film-filmnya. Ternyata, dia seorang komedian, juga pernah main di film komedi seperti The Hangover (2009) dan The Hangover part II (2011, belum rilis), juga di film cukup serius seperti Up in The Air (2009) dan Into The Wild (2007). Karena film ini ber-genre komedi, jadi cocok Zach bermain di sini.
Saya sudah mengikuti sepak terjang Robert Downey Jr. sejak film Kiss Kiss Bang Bang (2005), terus ke Zodiac (2007), Iron Man (2008), Tropic Thunder (2008), sampai Iron Man 2 (2010) dan Sherlock Holmes (2009). Di film-film itu, hanya Tropic Thunder aja yang ber-genre komedi. Sebagai penggemar komedi, tentu Due Date ini nggak bisa dilewatkan.
Bermain juga dalam film ini Michelle Monaghan dan Jamie Foxx. Michelle main sebagai “pemanis” dalam film ini, berperan sebagai istri Downey Jr. Sebelum ini, saya nggak terlalu mengetahui sepak terjangnya, yang ternyata dia bermain dalam film Eagle Eye (2008), Mission: Impossible III (2006), Bourne Supremacy (2004), dan di film Source Code (2011) yang baru tayang 1 April kemarin.
Jamie Foxx, siapa sih yang nggak kenal.
Peraih penghargaan Academy Award untuk perannya dalam film Ray (2004) ini udah banyak main film bagus, semacam The Kingdom (2007), Law Abiding Citizen (2009), Collateral (2004), dan Stealth (2005). Meski perannya di film ini cuman sedikit, dia tetap aktor kulit hitam favorit saya selain Will Smith.
Sedikit Jalan Cerita….
Eiitss, klik sini untuk baca lanjutannya…
Mumpung saya dapat materi kesalahan ejaan, jadi langsung aja saya posting di sini.

Dalam foto di sebuah toko buku ini sebenarnya ejaannya nggak salah, tapi saya pengen meng-kritisi penggunaan customer di sana. Kalau narablog mengikuti tulisan-tulisan saya yang lama (yang lamaaaa sekali), saya pernah menulis tentang kata-kata Bahasa Inggris yang terlalu banyak digunakan dalam berbahasa sehari-hari, padahal kita punya kata serapannya atau Bahasa Indonesianya (lihat di sini dan di sini). Nah, saya kesal juga waktu lihat keadaan di atas, mengapa pakai “customer”? Kenapa nggak pelanggan, pembeli, atau pengunjung?
Hal-hal kecil seperti ini kalau dibahas nggak ada habisnya.
Narablog pasti tahu pemberitaan baru-baru ini mengenai mantan karyawan Citibank bernama Melinda yang diduga menggelapkan
dana nasabah, dan juga kasus penganiayaan terhadap Sekretaris Jenderal Partai Pemersatu Bangsa (PPB) di sebuah cabang Citibank di Jakarta Selatan yang diduga dilakukan oleh para penagih hutang. Nah, tempo hari, ayah saya ditelepon oleh seorang karyawan Citibank yang menawarkan promosi kemudahan kartu kreditnya.
Ayah saya tentu menolak, karena merasa nggak butuh (lha wong beliau malah mau menutup kartu kreditnya). Waktu itu beliau cuma bisa jawab, “Nggak, nggak usah…” atau “Oh, iya, makasih, nggak perlu…” Tampak bahwa karyawan tersebut agak memaksa. Bukan memaksa sih, sebenarnya, hanya keukeuh, nggak mudah menyerah (maklum, itu memang kerjaannya).
Habis telepon itu, kami sekeluarga (berempat) menjadikan Citibank sebagai bahan obrolan.
Berangkat dari dua kasus yang saya sebut di awal dan sampai pada telepon penawaran kartu kredit yang diterima ayah saya, tercapai satu kesimpulan gak penting, yah namanya aja bercanda keluarga. Kesimpulannya adalah, di lain waktu ketika ada telepon penawaran lagi dari Citibank, ayah saya harus menanggapinya dengan sebuah candaan. Inilah yang ayah saya harus katakan.
Narablog masih ingat dengan posting-an saya yang ini? Saya berkata di situ bahwa saya ingin memanjangkan rambut dan mencoba model rambut klimis. Ternyata, saat ini, itu semua hanya omong kosong belaka.
Entah mengapa saya udah merasa nggak tahan dengan gaya rambut saya kemarin (sabtu, 2/4). Setelah pulang dari akad nikah dan resepsi pernikahan saudara saya, saya langsung bergegas ke pangkas rambut langganan. Hanya dengan seharga Rp 8.000,00, rambut saya “dipermak” habis.
Recent Comments