Nah, sekali-sekali saya pengen ngasih tahu salah satu kuliner Bandung pada narablog sekalian.
Ini memang bukan pertama kalinya saya nge-post tentang makanan —posting-an saya tentang makanan sebelum ini benar-benar personal, nggak ada hubungan dengan Bandung. Jadi, kali ini saya ingin berbagi tentang makanan kesukaan saya, sekaligus memberitahu tempat penjualannya di Bandung.
Apa makanan kesukaan saya kali ini? Srabi!
Nah, saya mohon tidak ada kebingungan di sini, antara “srabi“, “surabi“, atau “serabi“. Setahu saya itu semua sama.
Kata Surabi dipakai di Bandung dan sekitarnya, sedangkan kata srabi dan serabi lebih sering dipakai di wilayah selain Bandung (entah itu Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan lainnya).
Saya pribadi lebih suka Srabi Solo dari pada Srabi Bandung. Srabi Solo kering, tanpa kuah, sedangkan Srabi Bandung memakai kuah. Jika selama ini narablog memakan srabi yang kering dan dengan topping (apapun itu), itu adalah Srabi Solo.
Ehem… *batuk* betulkan saya jika saya salah ya, karena saya sebenarnya tidak yakin juga dengan hal ini.
Mari lihat lagi seperti apa Srabi Notosuman
-6.914744
107.609811
Like this:
Like Loading...
Recent Comments