Saya tergelitik untuk membuat posting-an ini.
*siapa yang ngitik-ngitik?*
Penasaran, saya ingin tahu perihal kebiasaan yang satu ini, tentang bak air.
Narablog sekalian, ketika narablog meninggalkan kamar mandi (dalam kasus ini setelah mandi), apakah bak air dibiarkan kosong, atau diisi dulu hingga penuh baru narablog keluar?
Seperti ayah saya, setiap habis mandi, bak air selalu penuh. Setelah beliau mandi dan saya masuk ke kamar mandi, saya melihat bak air sudah dalam keadaan penuh. Atau jika belum penuh, bak dalam keadaan hampir penuh dan keran air menyala.

Bak air penuh
Bagi beberapa orang, mungkin lebih nyaman meninggalkan bak air apa adanya.
Penuh nggak penuh, tak masalah. Toh biar orang yang akan menggunakan kamar mandi selanjutnya yang mengisinya sendiri. Mungkin ada yang berpikir begitu?

Bak air setengah penuh
Monggo mengisi jajak pendapat di bawah ini. Mudah sekali, kok, nggak pakai isi data nama dan alamat blog. Atau, tinggalkan komentar dan beritahu kebiasaan narablog sekalian. Isi poll sekaligus komentar, lebih baik lagi.
Ayo klik sini untuk memberi komentar atau mengisi jajak pendapat
































Recent Comments