Wah, sudah seminggu saya nggak posting. Benar kata para narablog yang suka hiatus alias jarang posting, kalau sudah lama nggak nulis di blog rasanya itu rinduuuu banget, rindu akan dunia per-blog-an.
Dan saya meminta maap, narablog sekalian, posting-an ini bukan posting-an berantai tentang masa SMP saya atau perihal sebelas hal yang minggu lalu ngetren itu.
Maap, saya belum ada waktu untuk berpikir *jiaah pake mikir segala* apa yang ingin saya beberkan di dua posting-an berantai tersebut.
Jadi, kali ini saya posting yang gampang aja deh, mengenai androphobia.
Androphobia, Sop?
Yap, androphobia, sebuah fobia atau rasa takut terhadap laki-laki.
Saya tidak tahu apakah fobia macam ini bisa terjadi pada pria, atau hanya bisa menyerang wanita. Pastinya, si penderita androphobia tak akan tahan berada dekat-dekat dengan laki-laki dan tak akan bisa berada di satu tempat bersama pria. Penyebab fobia ini bisa karena kejadian traumatis di masa lalu, atau sugesti yang berlebihan di masa kecil.
Contohnya ya wanita ini, Inami Mahiru, seorang murid SMA berumur 17 tahun (kelas 2), memiliki “kelainan” androphobia yang membuat rekan kerja prianya di restoran keluarga Wagnaria kerepotan. Souta Takanashi, itulah nama pria sang tokoh utama, 16 tahun (kelas 1 SMA), sekaligus rekan kerja Inami. Keduanya adalah pekerja sambilan (part-timer).






































Recent Comments