Saatnya membahas buku lagi.
Ini adalah novel ber-genre thriller-crime. Yeah, kesukaan saya.
Buku ini adalah buku karangan Jeffery Deaver yang pertama saya baca. Saya bener-bener belum kenal Jeffery Deaver —yang ternyata adalah maestro novel thriller— dan belum pernah baca hasil karyanya. Dan asal tahu saja, saya membeli buku ini hanya karena sebuah kebetulan. Saat itu (tahun 2011 sekitar awal bulan desember) di Togamas Bandung, saya lagi diburu waktu. Teman saya sudah minta dijemput —untuk suatu urusan— padahal saya belum selesai memilih buku. Dan entah mengapa, begitu saya tarik buku The Vanished Man ini dari raknya, dan saya baca rangkuman cerita di sampul belakang, saya langsung tertarik. Saya tertarik karena model pembunuhannya seperti sulap. Ya, sang pelaku kejahatan adalah pesulap.
Sebelum itu, saya laporan dulu…
Sebagai laporan, dua buku yang saya bahas di posting-an terdahulu, novel fantasi Incarceron dan novel thriller-crime 18 Seconds sudah selesai saya baca sejak lama. Sesuai dugaan dan ekspektasi saya, kedua buku itu tidak mengecewakan (silakan simak posting-an tersebut untuk membaca ulasan saya). Di luar dugaan, Incarceron ternyata ringan dan mudah untuk diikuti. Tak perlu terlalu rumit berimajinasi membayangkan setting dan latar belakangnya. Tetapi, meski saya bilang mudah diikuti dan ringan, bukan berarti Incarceron karangan Catherine Fisher ini tidak layak dibeli.
Plot ceritanya unik, lain dari novel fantasi yang selama ini saya baca, meskipun menurut saya akhir ceritanya terlalu menggantung membuat saya penasaran. Dan saya merasa Incarceron terlalu cepat selesai alias masih bisa dilanjutkan ke buku kedua —kalau memang penulisnya ingin.
Mari masuk ke dalam bahasan buku…
Setelah saya cari info, ternyata Jeffery Deaver begitu terkenal. Karya-karyanya banyak, ber-genre fiksi misteri, crime, dan thriller. Tentu saja artinya berkisar di antara kejahatan, detektif, dan forensik. Salah satu bukunya, serial novel yang bertokoh utama Lincoln Rhyme (Lincoln Rhyme Series), adalah buku ini. Terbit di tahun 2003 dan merupakan buku kelima dari seri Lincoln Rhyme.

Seperti yang di atas tadi saya sebut, Lincoln Rhyme sang tokoh utama ialah seorang mantan polisi yang saat ini bekerja sebagai konsultan forensik untuk Kepolisian New York. Tak sendirian, ada tokoh utama lain yang berperan cukup dominan. Adalah Amelia Sachs, seorang opsir polisi wanita yang bertugas di divisi kejahatan anak-anak sebagai rekan sekaligus kekasih Rhyme. Sebelum keluar dari kepolisian, Rhyme adalah seorang polisi yang hebat. Namun kecelakaan di lokasi TKP membuatnya menderita Tetraplegia, atau nama lainnya Quadriplegia, kelumpuhan dari bagian leher ke bawah. Hanya satu jari dan kepalanya yang masih bisa aktif. Kehidupannya hanya di atas kasur dan di kursi roda.
Semua deskripsi di atas saya dapat dari film The Bone Collector (1999).
Buku pertama serial Lincoln Rhyme tersebut telah di-film-kan. Lincoln Ryhme diperankan oleh Denzel Washington (salah satu aktor favorit saya) dan Amelia Sachs diperankan oleh Angelina Jolie. Dalam film itu nama belakang Amelia masih Donaghy. Entah karena apa.

Lincoln Rhyme dan Amelia Sachs
Berkat film itulah, saya jadi bisa lebih mudah membayangkan rupa para tokoh, setting tempat tinggal sekaligus kantor Rhyme, setting kota New York, juga mengenai penyakit yang diderita Rhyme.
Saya rasa miriplah kedua orang ini seperti Sherlock Holmes dan John Watson.
Rhyme sebagai Holmes, dan Sachs sebagai Watson. Bedanya, Holmes bertubuh sempurna dan jago bela diri, sedangkan Rhyme hanya bisa mengandalkan tim konsultannya dan otaknya.
Sedikit jalan cerita….
Dunia sulap. Hebat sekali. Itulah yang saya rasakan dari membaca buku ini. Cerita pembunuhan dalam cerita ini berhubungan dengan trik sulap, dan benar bahwa sang tokoh antagonis adalah seorang pesulap. Semua pembunuhan yang dilakukan oleh sang pelaku meniru trik sulap terkenal zaman dulu. Mau baca lanjutannya? Klik sini!
-6.914744
107.609811
Recent Comments