Posts Tagged ‘novel

13
Jan
12

[Buku] The Novelist oleh Dean Koontz

Buku kali ini, The Novelist, ber-genre suspense thriller. Hampir mirip dengan genre crime thriller, sama menegangkannya, hanya bedanya tidak ada crime atau kejahatan di sini. :D  Well, sebenarnya kejahatan atau kebaikan (baca: keadilan) adalah sesuatu yang relatif dalam buku ini. ;)

Oh ya, judul asli versi bahasa inggris buku ini bukan The Novelist, tapi Relentless. Jangan tanya saya mengapa judulnya berbeda. Jangan tanya saya apakah hal ini wajar terjadi atau tidak. Satu hal yang pasti, saya bingung sekali waktu mencari tahu buku ini di internet. Situs resmi penerbit, Ufuk Fiction, tidak memberi tahu apapun tentang judul asli buku ini. :(

Pertama-tama…

Pertama saya membaca rangkuman cerita di sampul belakang buku ini bulan desember tahun 2011 lalu, saya nggak langsung beli. Saya masukkan dulu ke daftar incaran, dengan maksud saya telusuri dulu di internet seperti apa review orang-orang dan siapa Dean Koontz sebenarnya. Sebenarnya saya sudah tertarik dengan jalan ceritanya yang tampak menegangkan —apalagi saya suka thriller. Tapi tak ada salahnya, ‘kan, mencari tahu dulu di internet. :mrgreen:

Ternyata, saya cari dengan kata kunci “The Novelist” dan “Dean Koontz”, tak ada hasil pencarian yang menuju situs review luar negeri. Saya cari di situs pribadi Dean Koontz, tak ada juga buku karangan beliau dengan nama The Novelist. Nah lho, ada apa ini? Hasil pencarian dengan kata kunci “The Novelist Dean Koontz” memberi saya halaman sang penerbit buku di Indonesia, Ufuk Fiction. Di sana tak ada informasi yang berguna, tak ada informasi yang membantu. Ya sudah, karena saya sudah kadung penasaran, saya beli aja The Novelist beberapa hari kemudian.

Setelah saya baca di dalamnya, di halaman hak cipta, baru menjadi jelas bahwa novel ini terbit dalam judul Relentless untuk versi aslinya. :|

Satu hal aja yang saya sayangkan. Mengapa di situs resmi Ufuk Fiction, tepatnya di halaman yang membahas mengenai The Novelist, tidak memberi tahu pembaca bahwa judul novel versi indonesia dan versi inggris tidak sama? :|  Simak lanjutannya!

05
Jan
12

[Buku] The Vanished Man: Si Perapal

Saatnya membahas buku lagi. :mrgreen: Ini adalah novel ber-genre thriller-crime. Yeah, kesukaan saya. :D Buku ini adalah buku karangan Jeffery Deaver yang pertama saya baca. Saya bener-bener belum kenal Jeffery Deaver —yang ternyata adalah maestro novel thriller— dan belum pernah baca hasil karyanya. Dan asal tahu saja, saya membeli buku ini hanya karena sebuah kebetulan. Saat itu (tahun 2011 sekitar awal bulan desember) di Togamas Bandung, saya lagi diburu waktu. Teman saya sudah minta dijemput —untuk suatu urusan— padahal saya belum selesai memilih buku. Dan entah mengapa, begitu saya tarik buku The Vanished Man ini dari raknya, dan saya baca rangkuman cerita di sampul belakang, saya langsung tertarik. Saya tertarik karena model pembunuhannya seperti sulap. Ya, sang pelaku kejahatan adalah pesulap. :D

Sebelum itu, saya laporan dulu…

Sebagai laporan, dua buku yang saya bahas di posting-an terdahulu, novel fantasi Incarceron dan novel thriller-crime 18 Seconds sudah selesai saya baca sejak lama. Sesuai dugaan dan ekspektasi saya, kedua buku itu tidak mengecewakan (silakan simak posting-an tersebut untuk membaca ulasan saya). Di luar dugaan, Incarceron ternyata ringan dan mudah untuk diikuti. Tak perlu terlalu rumit berimajinasi membayangkan setting dan latar belakangnya. Tetapi, meski saya bilang mudah diikuti dan ringan, bukan berarti Incarceron karangan Catherine Fisher ini tidak layak dibeli. :D Plot ceritanya unik, lain dari novel fantasi yang selama ini saya baca, meskipun menurut saya akhir ceritanya terlalu menggantung membuat saya penasaran. Dan saya merasa Incarceron terlalu cepat selesai alias masih bisa dilanjutkan ke buku kedua —kalau memang penulisnya ingin. :|

Mari masuk ke dalam bahasan buku…

Setelah saya cari info, ternyata Jeffery Deaver begitu terkenal. Karya-karyanya banyak, ber-genre fiksi misteri, crime, dan thriller. Tentu saja artinya berkisar di antara kejahatan, detektif, dan forensik. Salah satu bukunya, serial novel yang bertokoh utama Lincoln Rhyme (Lincoln Rhyme Series), adalah buku ini. Terbit di tahun 2003 dan merupakan buku kelima dari seri Lincoln Rhyme.

Seperti yang di atas tadi saya sebut, Lincoln Rhyme sang tokoh utama ialah seorang mantan polisi yang saat ini bekerja sebagai konsultan forensik untuk Kepolisian New York. Tak sendirian, ada tokoh utama lain yang berperan cukup dominan.  Adalah Amelia Sachs, seorang opsir polisi wanita yang bertugas di divisi kejahatan anak-anak sebagai rekan sekaligus kekasih Rhyme. Sebelum keluar dari kepolisian, Rhyme adalah seorang polisi yang hebat. Namun kecelakaan di lokasi TKP membuatnya menderita Tetraplegia, atau nama lainnya Quadriplegia, kelumpuhan dari bagian leher ke bawah. Hanya satu jari dan kepalanya yang masih bisa aktif. Kehidupannya hanya di atas kasur dan di kursi roda. :|

Semua deskripsi di atas saya dapat dari film The Bone Collector (1999). :mrgreen: Buku pertama serial Lincoln Rhyme tersebut telah di-film-kan. Lincoln Ryhme diperankan oleh Denzel Washington (salah satu aktor favorit saya) dan Amelia Sachs diperankan oleh Angelina Jolie. Dalam film itu nama belakang Amelia masih Donaghy. Entah karena apa.

Lincoln Rhyme dan Amelia Sachs

Berkat film itulah, saya jadi bisa lebih mudah membayangkan rupa para tokoh, setting tempat tinggal sekaligus kantor Rhyme, setting kota New York, juga mengenai penyakit yang diderita Rhyme.

Saya rasa miriplah kedua orang ini seperti Sherlock Holmes dan John Watson. :mrgreen:  Rhyme sebagai Holmes, dan Sachs sebagai Watson. Bedanya, Holmes bertubuh sempurna dan jago bela diri, sedangkan Rhyme hanya bisa mengandalkan tim konsultannya dan otaknya. :)

Sedikit jalan cerita….

Dunia sulap. Hebat sekali. Itulah yang saya rasakan dari membaca buku ini. Cerita pembunuhan dalam cerita ini berhubungan dengan trik sulap, dan benar bahwa sang tokoh antagonis adalah seorang pesulap. Semua pembunuhan yang dilakukan oleh sang pelaku meniru trik sulap terkenal zaman dulu. Mau baca lanjutannya? Klik sini!

06
Dec
11

Dua Buku Novel Lagi Siap Untuk Dilahap

Sial, saya benar-benar jadi jarang posting sesuai dengan apa yang saya katakan di posting-an yang dulu. Saya memasuki fase jarang posting! :(   *saya akan selalu merindukan blogwalking dan kalian semua, narablog sekalian*

Jadi, ada dua buku…

Iya, ada dua buku novel nih… apa? Oh, bukan, bukan untuk giveaway, bukan. Maap ya. :mrgreen:   Dua buku ini —lagi-lagi novel genre thriller dan sebuah yang ber-genre fantasi— adalah deretan buku baru yang siap saya “lahap”. :D  Di posting-an yang dulu itu (1/11), dari tiga novel sudah saya habisi dua —yang All The Pretty Girls oleh J.T. Ellison dan The Stolen karya Jason Pinter. Entah mengapa minat saya sampai saat ini masih ingin terus membaca novel ber-genre thriller, tidak yang lain, hingga akhirnya saya melupakan Pelangi Melbourne karya Zuhairi Misrawi. Belum saya baca. :(

Satu posting-an yang membahas tentang buku Every Dead Thing karangan John Connolly dua minggu setelah itu (14/11) juga membuktikan bahwa saya sedang gandrung dengan yang namanya novel thriller. Sampai-sampai genre fantasi yang saya suka pun tidak saya gubris. :mrgreen:   Jadi, jangan tanya apakah saya sudah membaca The Siege dan The Leap karya Jonathan Stroud, Ranger’s Apprentice: The Icebound Land karangan John Flanagan, dan Abarat: Days of Magic, Nights of Wars karangan Clive Barker. Bahkan The Necromancer oleh Michael Scott belum saya baca. :mrgreen:

Kedua buku itu adalah…

#1 “18 Seconds”, karangan George Shuman

Buku ini yang saya sebut di atas ber-genre thriller. Cerita masih seputar pembunuhan berantai dengan latar belakang negara Amerika di tahun 2000-an. Satu-satunya sebab saya tertarik dengan buku ini karena saya suka dengan konsep “18 detik”-nya. :) Mengapa berjudul “18 detik”? Karena sang tokoh utama novel ini, Sherry Moore, adalah seseorang yang dikaruniai kemampuan untuk melihat 18 detik terakhir ingatan seseorang sesaat sebelum orang itu meninggal. Entah ya, kemampuan itu adalah karunia atau malah musibah, karena Sherry sendiri mendapatkan kemampuan itu setelah sebuah kecelakaan yang ia alami waktu masih berumur 5 tahun dan kecelakaan itu membuatnya buta. Ya, Sherry Moore diceritakan adalah wanita buta nan cantik (sangat cantik dan menarik kalau melihat deskripsi yang disajikan Pak Shuman :mrgreen: ) yang mampu “melihat” sisa ingatan mayat yang ia sentuh. Sherry bekerja sebagai konsultan investigasi, dia sering dimintai bantuan oleh polisi dan berbagai macam pihak untuk membantu menyelesaikan kasus yang berakhir buntu. Tentu, polisi tak terang-terangan memberitahu pers bahwa mereka meminta bantuan Sherry. Semua dilakukan lewat diam-diam, karena pihak polisi tak yakin cara investigasi mereka akan diterima oleh hakim dan para juri, apalagi kalau dihadapkan pada pengacara tersangka yang handal.

Buku fantasi yang saya maksud adalah Incarceron…

14
Nov
11

[Buku] Every Dead Thing: Orang-Orang Mati

Di posting-an saya yang dulu, saya bilang bahwa saya suka novel genre thriller, ‘kan? Nah, buku yang saya bahas kali ini juga ber-genre itu. :)  Well, sebenarnya buku ini pantas diberi genre misteri juga sih, karena mengandung sedikit unsur supernatural. :mrgreen:

Every Dead Thing, adalah buku pertama John Connolly, sekaligus buku pertama dari serial Charlie Parker. Sebenarnya, saya membeli buku ini hanya karena tertarik saat melihat rangkuman cerita di bagian belakang buku (tanpa tahu siapa itu John Connolly). Saya baru tahu baru-baru ini saat saya mulai membacanya, bahwa buku ini ternyata adalah buku berseri, dalam artian ada buku lain setelah buku ini yang menggunakan tokoh utama sama (dan kemungkinan besar cerita tetap bersambung), yaitu Charlie Parker. :)

Ukuran buku ini besar, tidak seukuran buku yang saya bahas di posting-an itu. Besar ukuran kertasnya hampir sebesar A5, dan karena buku ini terbitan Gramedia Pustaka Utama, kualitas kertasnya selalu bagus, bahkan (menurut saya) cenderung berlebihan (untuk sebuah novel, sehingga harga buku menjadi mahal).

Seperti yang saya bilang di awal tadi, ada unsur supernatural atau unsur gaib di buku ini. :D  Ada perihal ramalan dan arwah, digabung dengan gaya penulisan alur waktu campuran antara masa sekarang dan masa lalu (flashback), membuat saya harus mikir dalam membaca buku ini. Butuh sedikit fantasi dan imajinasi untuk mengerti dan memahami jalan cerita keseluruhan —seperti menggabungkan puzzle—  dari nasib sang tokoh utama. Meski saya belum selesai membacanya, tapi saya tahu, novel ini sangat luar biasa. :oops:

Oh ya, korban pembunuhan di buku ini digambarkan secara vulgar dan sadis. Saya membayangkannya aja sungguh mengerikan. Dikuliti, mata dicungkil, darah membanjir di lantai, dan beberapa mutilasi…… seperti itulah. :|

Tapi tenang, tetap ada unsur “kelucuan” di dalam cerita buku ini yang mampu membuat saya tersenyum hingga tertawa sendiri. :D Gaya narasi yang mengambil sudut pandang orang pertama (sang tokoh utama, Charlie Parker) ditambah beberapa deskripsi bergaya konyol dan komentar-komentar celetukan sarkastik nan lucu Charlie membuat tensi selama membaca ini naik-turun. Connolly mampu menggabungkan rasa ngeri, seram, dan tawa sekaligus. :)

Sedikit jalan cerita…

Saya akan mencoba menceritakan isi buku ini sepemahaman saya, dari intisari yang saya dapat setelah saya menggabungkan seluruh jalan cerita yang ada. *maklum, alur cerita berganti-ganti dari masa saat ini ke masa lalu, dan sebaliknya*  Ayooo lanjut bacaaa ringkasan ceritanyaaaa!

01
Nov
11

Sedikit Mengenai Tiga Novel dan Ukuran Buku

Oh-oow, tidak, tampaknya saya akan memasuki fase jarang posting… :|  Ada hal teramat penting yang jadi penentu masa depan saya, harus saya hadapi. Hal tersebut adalah sesuatu yang menyenangkan. Amat menyenangkan! :oops:

Oke, masuk ke topik utama…

Langsung saja, saya pengen membahas ukuran buku yang baru-baru ini saya sadari lebih enak untuk dibawa dan digenggam. :D  Ada tiga buku novel yang saya jadikan contoh. Semuanya adalah buku yang masih dalam tahap pembacaan, belum ada yang selesai saya baca. Dua novel ber-genre fiksi-thriller (salah satu genre favorit saya), yaitu The Stolen karangan Jason Pinter dan All The Pretty Girls karangan J.T. Ellison. Sisa satu novel ber-genre fiksi-romantis *memang ada ya genre begini?* karangan Zuhairi Misrawi berjudul Pelangi Melbourne.

The Stolen Jason PinterAll The Pretty Girls J.T. Ellison IndonesianPelangi Melbourne Zuhairi Misrawi

Saya suka sekali buku-buku di atas bukan hanya karena jalan ceritanya, tapi juga karena ukuran bukunya. :D  Entah ya, itu ukuran kertas yang digunakan berapa, apakah B5, B4, atau F4. *ngarang* :lol: Pastinya, ukuran buku itu lebih kecil dari A5. Pas digenggam tangan dan mudah dibawa kemana-mana. :)

Pengaruhnya, dengan tas ukuran kecilpun buku bisa terbawa. ;)  Seperti yang saya katakan di posting-an ini, saya suka membawa buku kemanapun saya pergi. Bahkan saat ke supermarket sekalipun, saat mengantre di kasir saya sempatkan membaca buku. Dengan ukuran buku yang ringkas, saya bisa menaruhnya di kantong jaket saya. :lol:

Coba lihat di gambar berikut ini. Buku sebelah kiri (Here, There Be Dragon karangan James A. Owen) berukuran A5 (setengah dari A4). Mari bandingkan. :)

Ukuran buku sebelah kanan cukup ringkas, ‘kan?

Sedikit mengenai ketiga buku itu…

Saya kasih sedikit jalan cerita tentang buku-buku ini, ya. :mrgreen:  Ada sedikit ringkasan cerita ketiga buku itu lho…

26
Jul
11

Antrean Buku-buku yang Belum Terbaca

Jujur, bagi saya, membaca novel dan komik itu nikmat sekali. :mrgreen:  Begitu nikmat membaca, sampai-sampai hampir kemanapun saya pergi saya selalu membawa setidaknya satu buku. Ke kampus, saya bawa novel. Keluar rumah beli makan siang atau makan malam, saya bawa novel dan membacanya sambil menunggu makanan jadi. Semisal ke dokter untuk berobat (yang mana sudah lama tak terjadi pada saya :D ), saya bawa buku, saya baca saat menunggu antrean. :) Saya benar-benar tidak tahan kalau menunggu sesuatu dalam keadaan tanpa kegiatan. Harus setidaknya membaca sesuatu! Dan bagi saya, novel dan komik adalah buku yang wajib saya baca setelah Al-qur’an. *lho, ke mana buku teks perkuliahan?*

Ngomong soal buku, sudah lama nggak bahas mengenai buku yang saya baca di blog ini. :) Well, selain yang tertera pada widget di sebelah kanan, inilah buku-buku yang ingin saya tuntaskan.

Simak deskripsi dari saya!

22
Mar
11

Tampilan Sampul Novel yang Kurang Pas

Pernah lihat novel berjudul “Habiburrahman El Shirazy”? Ada lho. Ini buktinya. :lol:

Ikuti terus pembahasan saya di sini…

03
Dec
10

[Film] Blindness: Seorang Diri Di Tengah Kebutaan

[UPDATED!] Ada taut untuk mengunduh film ini di akhir posting-an. Tautan oleh Mas Ahmed. :)

*

Ini adalah ulasan film ketiga saya, setelah beberapa minggu lalu saya mengulas film perang buatan Australia. Sekarang giliran film yang menyentuh. :) Sebisa mungkin saya mengulas film yang kurang dikenal (di Indonesia), tapi tetap sangat layak ditonton. :)     ….tapi, ingatkan saya, apakah film yang satu ini pernah muncul di bioskop Indonesia apa nggak… :cool:   *sotoy*

Saya ingat film keluaran tahun 2008 ini pernah ditayangkan seklias di sebuah stasiun televisi. Saya ingat sekali, waktu itu pagi hari di kosan, di segmen acara terakhir sebuah program berita, cuplikan (teaser/trailer) film ini ditayangkan (sayang sekali saya nggak ingat tahun berapa). Dari situ, saya tertarik dengan jalan ceritanya, seseorang yang hidup di tengah-tengah penyakit misterius yang tiba-tiba muncul dan menyebabkan semua orang buta, kecuali dirinya. Bisa dibayangkan betapa menariknya. :D Harus hidup normal sendiri di antara orang buta… sebuah cerita yang unik waktu itu.

Setelah lama saya melupakan keberadaan film itu, tahu-tahu akhir bulan Oktober lalu saya tiba-tiba ingat. Pas juga ingatnya waktu saya ada di toko DVD bajakan langganan saya. Lebih menakjubkannya lagi, secara aneh mata saya langsung tertuju ke rak lemari deretan abjad “B”, secara tak sengaja dan tanpa disuruh, mata langsung melihat bungkus film ini. :lol:   Betapa senangnya waktu saya ngebaca rangkuman cerita di bagian belakang, mirip sekali dengan yang dulu saya inginkan. Gak pake mikir lama, saya beli. :)

Film ini membuat saya benar-benar menyadari bahwa betapa berharganya salah satu panca indera yang diberikan oleh Tuhan. Satu indera aja udah berharga sekali, apalagi kalo kelima indera kita ini sempurna. Betapa meruginya seseorang yang nggak memanfaatkan kelima inderanya dengan baik. :|

Jadi, sesuai dengan judulnya, bisa dibilang film ini bercerita tentang kebutaan. Bayangkan, entah kenapa secara misterius (tak diketahui) tiba-tiba semua orang di sekitar narablog sekalian terserang kebutaan, gak bisa melihat. Awalnya hanya seorang yang kena, dan lama kelamaan “menular” ke orang lain yang terdekat. Perantara penularan tidak diketahui, dan penyebab bisa terkena juga gak diketahui. Penderita mengatakan bahwa matanya hanya melihat latar belakang yang putih, sama sekali tak ada apa-apanya. Bayangkan juga, orang terdekat narablog udah buta semua, tapi anehnya narablog sendiri nggak buta. Menteri-menteri, pejabat pemerintahan, orang kaya, orang miskin, semua buta. Hanya narablog yang nggak buta.

Menarik juga, ‘kan? :D

Sedikit Pendahuluan

Film ini dibuat berdasarkan novel karangan José Saramago, yang berjudul Ensaio Sobre a Cegueira (terbitan tahun 1995). Novelnya berbahasa portugis, dan memang kelihatannya nggak diterjemahkan ke bahasa kita, hanya ke bahasa Inggris.

Lanjut! Ada bonus screenshot lho!

16
Apr
10

Sibuk Gila!!

Sebulan ini, bahkan mungkin sampai bulan depan, merupakan bulan yang sibuk buat saya. Bolak-balik saya ditanya dosen pembimbing saya, “Sudah sampai mana TA-nya?” Belum lagi draft buat seminar, dosen yang sama menagih, “Jangan lupa lho, kasih saya minggu depan draft-nya.” Apa daya, berkali-kali ditanya begitu, belum selesai juga. >.<’

Ketemu dosen lain di koridor, ditanya juga, “Kamu udah sampe mana TA-nya?”, “Kapan sidang?”, “Udah ngumpulin draft buat sidang?”, dan “Kapan kamu nikah?” (eh yang ini bohong lah :lol:). Ketemu teman seangkatan pun gak ada yang diomongin selain “TA lo udah sampe mana?” dan “Kapan ya gue lulus…?”. :mrgreen:

Lagi-lagi ngomongin TA, lupakan!




Si Empunya Blog

Siapa saya? Monggo lihat halaman "Tentang Saia..." di atas. Tinggal klik! Mau meninggalkan jejak? Monggo klik halaman "Tinggalkan jejak..." di atas. Jangan lupa, nikmatilah hidup ini. ^_^
mac.web.id

Hubungi saya di jejaring sosial

Kadang-kadang di blog ini saya menggunakan emoticon Parampaa. Silakan datang ke blog Bang Ova di sini. Dapatkan emoticon-nya di sini. HAJAR!!

Masukkan e-mail Anda di sini kalo mau dapet pemberitahuan postingan baru saya via e-mail

Join 837 other followers

Powered by FeedBurner

Saya sedang membaca ini


Tulisan Saya Berdasarkan Bulan

Arsip Tulisan

Ups, maap, kalau mau melihat arsip semua tulisan saya, lihat halaman di atas ya, yang "Arsip Tulisan" itu lho....

TIPS!

Kalo tulisan di blog saia ini terlalu kecil, monggo diperbesar. Untuk pengguna windows, tahan [Ctrl] sambil di-scroll mouse tengah. Untuk pengguna Mac, tahan [Cmd] dan tekan [+] atau [-].

Ga nyambung sih ini, bukan promosi, tapi kalo mau browser Safari, donlot di sini.

Blogroll: By Name


Abed Saragih "disave" |
Abi Harestya dan Bidadarinya |
Abu Aufa |
Abu Bakar "Bchree" |
Abu Ghalib |
Achmad Edi Goenawan |
Achoey El Harris |
Ade Kurniawati |
Adi Surya Pamungkas "bacelzone" |
Fan Adie Keputran |
Adya Ari Respati "abstractdoodle" |
Afra Afifah |
Ageng Indra |
Agry Pramita |
Agung Budidoyo |
Agung Firmansyah |
Agung Hasyim |
Agung Rangga "Popnote" |
Agung Yansusan Sudarwin |
Agustantyono |
Agyl Ardi Rahmadi |
Ahmad Musyrifin |
Akhmad Fauzi |
Alfi Syukrina |
Alid Abdul |
An Fatwa "Siho" |
Andi Nugraha |
Andi Sakab |
Andhika |
Andreas A. Marwadi |
Andrew Paladie |
Andrik Prastiyono |
Andyan |
Angga "SERBA BEBAS" |
Angga Dwinovantyo |
Anies Anggara |
Anindita |
Anistri |
Anita Rosalina |
Anto "Kaget" |
Anyes Fransisca |
Are 3DRumah |
Ari Artanto "Cah Gaul" |
Ari Muhardian "Tunsa" |
Ariana Yunita |
Arief Hartawan |
Arif "Bangkoor" Kurnia |
Arif Nurrahman |
Arif Sudharno Putro |
Ariyanti "Sauskecap" |
Arnolegsa Maupasha |
Arundati R.A. |
Aruni Yasmin Azizah |
Aryes Novianto |
Asep Saiba |
Asrul Sani |
Atha "kepompong" |
Aul Howler |
Awalul Hanafiyah "Masyhury" |
Baha Andes |
Baiq Fevy Wahyulana |
Bernadine Hendrietta |
Betania G. Rusmayasari |
Big Zaman |
Budi Nurhikmat |
Budi Prastyo "Kimbut" |
Calvin Sidjaja "Republik Babi" |
Cempaka Ariyanti |
Chocky Sihombing |
Citra "ceetrul" Hapsari |
Dadi Huang |
Danar Astuti Dewirini |
Daniel Hendrianto |
Daniel Maulana |
Deady Rizky |
Dede A. Hidayat |
Deny Marisa |
Depriyansyah Ramadhan "Iamcahbagus" |
Desita Hanafiah |
Destiana |
Desy Arista Y. |
Dewi Puspitasari |
Dewisri Sudjia "Desudija-DSK" |
Dhanika Budhi |
Dhewi Buana |
Dhimas Nugraha |
Didot Halim |
Dina Aprilia |
Dismas |
Ditya Pandu |
Doni Ibrahim |
Edda Nainay |
Efinda Putri |
Eko Ghesi Bardiyanto |
Elfa Silfiana |
Ella "Brokoli Keju" |
Erick Azof |
Erika Paraminda |
Erlin Fitriyanti |
Evan Ramdan |
Evet Hestara |
Fadhilatul Muharram |
Fahmi Nuriman |
Faisal Afif Alhamdi |
Faiza "MIDWIFE'S NOTES" |
Fandy Sutanto |
Fanny Azzuhra |
Fatra Duwipa |
Febe Fernita |
Felicia |
Ferry Irawan Kartasasmita "makhluk lemah" |
Fier "Pelancong Nekad" |
Fikri "Blue Zone" |
Fira "Fiya" |
Fitri Melinda |
Fitriyani |
Galih Gumilang "Gege House" |
Galuh Ristyanto |
Ghani Arasyid |
Gilang F. Pratama "Babiblog" |
Gitta Valencia |
Gugun "idebagusku.com" |
Gusti Ramli |
Hanif Ilham |
Hanny Aryunda Herman |
Hendrawan Rosyihan |
Hera Prahanisa |
Herni Bunga |
Herry "negeribocah" |
I Gede Adhitya Wisnu Wardhana |
Husfani A. Putri |
Ibnu Fajar "Ikky" |
Ilham JR |
Inge "Cyberdreamer" |
Intan Permata Kunci Marga |
Iqmal |
Irfan Andi|
Isdiyanto |
Ivan Prakasa |
Januar Nur Hidayanto "Yayanbanget" |
Jasmine Aulia |
Joko Santoso |
Joko Setiawan |
Juhayat Priatna |
Julianus Ginting |
Kang Ian . info |
Kang Ian . com |
Karina Utami Dewi |
Khalid Abdullah |
Khalifatun Nisa |
Kuchiki Rukia |
Lailaturrahmi Sienvisgirl Amitokugawa |
Lambertus Wahyu Hermawan |
Lerryant K. |
Lina Sophy |
Lucky DC |
Maghfiraa Alva |
Marchei |
Mario Sumampow |
Mas Ardi |
Mas Bair |
Mas Yudasta |
Mikhael Tobing |
Mirwanda |
Miswar Rasyid |
Mochammad AHAO |
Mohamad Husin |
Muhammad Abdul Azis |
Muhammad Hamka Ibrahim |
Muhammad Ihfazhillah |
Muhammad Riyan |
Muhammad Saiful Alam |
Muhammad Zakariah |
Nadia Fadhilah Riza |
Nanang Rusmana |
Nandini R.A. |
Necky Effendi |
Ninda Rahadi |
Nindy Ika Pratiwi |
Novina Erwiningsih |
Nur Azizah |
Nuri |
Perwira Aria Saputra |
Pipin Pramudia |
Pratita Kusuma |
Puji Lestari |
Pungky "PHIA" Widhiasari |
Putri Chairina |
Qori Qonita |
Radinal Maruddani |
Rahad Adjarsusilo |
Rahmat Hidayat |
Randi Rahmat |
Rasyida |
Regina |
Reisha Humaira |
Rie "Cerita Rie" |
Richie Lanover |
Rif'atul Mahmudah |
Rina Sari |
Rini Andriani "Athamiri" |
Riza Saputra |
Rizki "Hitam Putih Jingga" |
Rizki Akbar Maulana |
Ronie "Ravaelz" |
Rowman |
Rudi Wahyudi |
Ruri Octaviani |
Saipuddin Ar |
Septirani Chairunnisa Kamal |
Shafiqah Adia Treest |
Silvi Mustikawati |
Surya "Javanes" Pradhana |
Tasya Myanti |
Thyar |
Tiffany Victoria "Tiffa" |
T I W I |
Tony Koes "Macsize" |
Triana Frida Astary |
Triyani Fajriutami |
Uka Fahrurosid |
Ummu El Nurien</a. |
Upik "Pemburu Konstruksi Makna" |
Wahyu Asyari Muntaha |
Wahyu Nurudin |
Wahyu Putra Perdana |
Wendy Achmmad |
Widyan Fakhrul Arifin |
Wien Wisma |
Wildan Lazuardi |
Wiwin Siswanty |
Wiwing Fathonah Pratiwi |
Yori Yuliandra |
Yuli Anggeraini |
Zuli Taufik |
Love Tree

Subscribe in Bloglines

Powered by FeedBurner

Indonesian Muslim Blogger

I’m a Liverpudlian!



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 837 other followers

%d bloggers like this: